Leluhur Sekte Api Langit menatap wajah Lynx dengan seksama. Dia melihat ada ketegangan di dahi pemuda itu, tatapan matanya terlihat sangat serius karena memikirkan sesuatu yang sangat penting. Tanpa membuang waktu, Leluhur melangkah mendekat. Sorot matanya tajam, diliputi amarah yang terpendam, dia merasa menyesal karena lambat mencari Xie Lian, dan kemungkinan besar fragmen senjata iblis sudah didapatkannya.

"Xiao Ling, aku tidak bisa tinggal diam melihat ini semua terjadi. Fragmen senjata iblis adalah tanggung jawab Sekte Api Langit. Kami yang dipercaya menjaga kunci itu. Kalau fragmen senjata iblis sampai direbut oleh mereka... kekacauan yang tak terbayangkan akan terjadi."

Leluhur mengepalkan tangannya menahan amarah. "Terutama jika mereka berhasil menyatukan kelima fragmen, jutaan penduduk akan menjadi korban keganasan kekuatan itu. Tidak ada kekuatan yang bisa menundukkan pemilik senjata iblis tersebut. Kita harus bergerak sekarang. Periksa tempat itu sebelum semuanya terlambat. Mungkin kalau kita mencarinya bersama, kita bisa menemukan petunjuk sekaligus menemukan cara untuk membuka gerbang dimensi tersebut."

Lynx mengangguk perlahan sambil menghembuskan napas panjang. "Benar, Leluhur. Kita harus memastikan apakah fragmen itu masih tersegel di dalam ruang dimensi, atau sudah dicuri."

Nada suaranya tenang, tapi mata Lynx menyiratkan tekanan berat yang kini membebaninya. Dia bermaksud menolong teman-temannya yang terjebak di dalam ruang dimensi, namun ternyata ada masalah lain, fragment senjata iblis. Lynx merasa khawatir dengan nasib teman-temannya, karena seandainya energi iblis juga bocor dan mempengaruhi ruang dimensi seperti dunia kecil saat di kota huoling, nyawa teman-temannya dalam bahaya. Lynx tidak terlalu mengkhawatirkan kebangkitan senjata iblis, karena tubuhnya kini sudah bisa menyerap dan memanfaatkan energi iblis untuk menjadi salah satu kekuatannya.

"Saat aku memeriksa medan energi dengan seksama. Setiap sudut, setiap percikan energi sudah ku telusuri demi menemukan celah tersembunyi. Aku yakin tidak merasakan energi iblis disekitar tempat itu, tapi mungkinkah segel fragmen senjata iblis tersebut masih bagus sehingga tidak ada kebocoran. Ataukah ada yang terlewat." Batin Lynx dengan cemas.

Saat Leluhur bersiap untuk berangkat, Lynx justru menghentikan langkahnya. Dengan mata sedikit menyipit, Lynx bertanya untuk memastikan sesuatu.

"Tunggu dulu, Leluhur. Kalau Anda pergi kesana... siapa yang akan menjaga Sekte Api Langit? Anda tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Atau... apakah sudah ada orang yang ditunjuk menggantikan posisi ketua sebelumnya?"

Leluhur terdiam sesaat, lalu mengangguk ringan. Suaranya kini terdengar lebih tenang.

"Aku sudah memiliki calon untuk menjadi ketua Sekte berikutnya. Tapi itu bisa kita bicarakan nanti. Perjalanan kesana tidak akan memakan waktu lama, hanya beberapa jam. Tidak masalah kalau aku tinggalkan sekte untuk sementara."

Meski ucapannya terdengar ringan, pikirannya sedang bekerja keras. Ia melirik ke arah Xiao Ling dengan tatapan menilai. "Xiao Ling ini jelas-jelas hanya forging qi tingkat dua. Karena artefak yang digunakannya, dia mampu menaikkan kekuatannya hingga immortal. Tetapi kenapa saat melawan Zhu Rui yang berada di ranah master foundation emas hitam awal, dia tetap mampu menghadapinya tanpa menggunakan artefak tersebut?"

Leluhur mengelus jenggotnya, "Latar belakangnya sangat misterius. Aku yakin sosok pendukung di belakangnya bukan orang biasa hingga bisa memberikan artefak surgawi seperti itu. Aku tidak boleh membuat mereka tersinggung."

Pikiran Leluhur kini berpindah ke arah gadis yang berdiri di sisi Lynx. Pandangan matanya terarah pada Rira. Ia menyipitkan mata, memperhatikan wanita tersebut dengan seksama.

"Dan dia... apakah juga memiliki artefak surgawi? Perjalanan menuju tempat itu sangat jauh, Apakah dia bisa mengikuti? Hm, kalau dia akan memperlambat perjalanan... mungkin lebih baik ku suruh tinggal saja disini."

Meski wajahnya tetap tenang, jelas terlihat Leluhur Sekte Api Langit sedang mempertimbangkan banyak hal. Matanya tak lepas dari Rira, memikirkan cara terbaik bisa tiba di tempat tersebut dengan cepat tanpa menyinggung orang-orang di belakang mereka.

Rira memperhatikan Leluhur Sekte Api Langit yang sedang menatapnya dengan pandangan menyelidik. Mata pria tua itu menyipit, seolah menilai dirinya dari ujung kepala hingga kaki tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Gadis itu menggenggam ringan ujung pakaiannya, sedikit menundukkan kepala, tapi dalam hati ia bertanya-tanya.

"Lelaki tua, ngapain kamu melihatku begitu? Jika tidak ada Lynx disini, sudah ku congkel kedua bola matamu." Batin Rira kesal. "Apa dia mencurigai aku?"

"Kalau begitu, kita berangkat sekarang." Kata Lynx dengan suara mantap sambil melangkah maju dan memecah keheningan.

Namun saat Lynx hendak bergerak, tangan Leluhur terangkat menghentikannya. Suaranya terdengar berat. "Tunggu sebentar, Xiao Ling. Perjalanan ini jauh dan kita sedang buru-buru selain itu juga berbahaya. Apa sebaiknya nona Rira menunggu di sini saja? Mungkin ini lebih baik untuk dia berada disini."

Lynx menoleh sambil tersenyum kecil, dia memahami kekhawatiran Leluhur Sekte. Matanya terlihat tenang. "Dia akan baik-baik saja ikut bersama kita."

Begitu kata-kata itu meluncur, Lynx mengangkat satu tangan ke udara. Tangannya membentuk formasi dalam sekejap, dan seketika pusaran energi terbentuk di depan mereka. Kilatan cahaya ungu keperakan berputar membentuk spiral, memancarkan kekuatan yang intens tapi stabil. Sebuah portal teleportasi muncul di hadapan mereka.

Leluhur Sekte Api Langit terpaku.

"Dia bisa... membuat formasi? Tidak, ini bukan sekadar formasi... Ini portal teleportasi! Dan dia melakukannya dengan sangat santai... bagaimana bisa? Bukankah dia hanya di tingkat dua Forging Qi? Sepertinya aku salah mengira artefak pakaiannya asal sumber kekuatannya, sepertinya tanpa pakaian itu juga dia memiliki kekuatan tersembunyi."

Leluhur teringat setelah Plasura mengungkapkan jati dirinya, yaitu Xiao Ling, dengan wujud Plasura, Xiao Ling membuat portal teleportasi untuk pergi dari sekte. Namun kini tanpa berubah wujud, Xiao Ling tetap dapat membuat portal teleportasi. Mata Leluhur membelalak, meski wajahnya berusaha tetap tenang. Di dalam hatinya, ia benar-benar terguncang.

"Formasi seperti ini bahkan tak bisa kulakukan tanpa menggunakan kertas formasi buatan ahli formasi tingkat tujuh... dan itu pun memakan banyak waktu dan energi!"

Leluhur segera bertanya untuk menutupi kegugupannya,"Xiao Ling, kemana arah portal teleportasi ini?"

Lynx menoleh sekilas, lalu berkata tenang, "Portal ini mengarah langsung ke tempat ruang dimensi di kerajaan Jianghai. Kami datang dari tempat tersebut, jadi saya sudah menandainya dan bisa ke sana kapan pun lewat portal ini."

Leluhur Sekte Api Langit hanya bisa mengangguk pelan, masih tak percaya sepenuhnya, namun tak menunjukkan keraguan di wajahnya. Ia melangkah masuk ke dalam pusaran energi itu bersama Lynx dan Rira. Dalam hati, ia masih bergelut dengan kenyataan bahwa seorang pemuda dengan tingkat kultivasi serendah itu bisa melakukan sesuatu hal yang luar biasa.

Ratusan tahun yang lalu, kultivator Immortal dapat membuat teleportasi seperti yang Xiao Ling lakukan namun sejak para Immortal menghilang beserta teknik kultivasi membuat para Immortal saat ini kekurangan banyak teknik dan jurus.

Saat mereka menembus pusaran energi dan keluar di sisi lain, mereka langsung disambut oleh udara lembap khas hutan. Pepohonan tinggi menjulang mengelilingi mereka, dan di tengah-tengahnya terbentang sebuah lapangan luas.

"Akhirnya aku kembali ke tempat ini tanpa membawa jawaban. Entah bagaimana keadaan mereka sekarang." batin Lynx setelah menutup kembali portal teleportasi.

Namun sebelum Lynx dan Leluhur Sekte memeriksa tempat itu lebih lanjut, terdengar suara kasar dari arah sisi hutan. Suaranya dingin dan mengandung ejekan.

"Hmph. Jadi... ternyata si tua bangka dari Sekte Api Langit yang membuat kekacauan di tempat ini."

Lynx melangkah maju, tatapannya menyapu sekeliling dengan tenang. Namun hanya dalam hitungan detik, matanya sedikit menyipit.

Mereka telah dikepung.

Dari balik pepohonan yang rindang, ratusan prajurit bersenjata lengkap telah memposisikan diri. Armor mereka mencerminkan cahaya matahari yang menembus celah dedaunan, membentuk pemandangan yang menegangkan. Selain para prajurit, tampak puluhan kultivator dari berbagai tingkat berdiri berjajar, membentuk formasi pertahanan yang rapat dan terlatih.

Dan di atas langit, melayang tiga sosok kuat yang aura mereka begitu menekan. Dua dari mereka adalah Immortal tahap awal, sementara yang satu jelas berada di tahap menengah, aura spiritualnya menekan langit, dan hanya dengan kehadirannya saja, udara terasa menggumpal.

